Souvenir pernikahan unik dan bagus, aneka mahar dan souvenir lainnya

Follow us on Facebook

Rabu, 01 Maret 2017

Dinobatkan Sebagai Salah Satu Emak Pintar Asia



Belajar memang tak terbatas usia, dari masa manusia belum lahir sampai ke liang lahat , tetap terjadi proses pembelajaran. Dan belajar pun bisa dalam bentuk apapun, bukan hanya menempuh pendidikan di kelas akademik. Tapi belajar bisa melalui pengalaman orang lain, belajar dari pengalaman , belajar dari kegagalan dan masih banyak lagi metode dan bentuk belajar yang bisa kita jadikan tolak ukur dalam standar apapun.

Sikap yang mau terus belajar inilah yang menghantarkan saya sebagai owner dari Tongkat Peri Craft lolos seleksi dan akhirnya masuk dalam Emak Pintar Asia. Ajang ini merupakan ajang yang di gelar oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang edukasi kewirausahaan kusus perempuan. Dimana kita ditempa agar bisa menjadi perempuan pebisnis yang bisa memenejemen usaha dengan baik , agar urusan kerjaan dan urusan keluarga bisa balance.

Berawal dari sekedar sebuah hoby , saya menggunakannya sebagai pengisi waktu. Sekitar tahun 2013 dimana anak kedua saya sudah masuk Sekolah Dasar dan sudah bisa bermain sendiri, sehingga saya sebagai enak atau ibu hanya mendampingi dan mengawasi. Kondisi ini membuat saya mempunyai banyak waktu, terlebih saat anak-anak sedang sekolah.

Kesibukan pertama yang saya lakukan adalah menggali hoby masa kecil saya yaitu kegiatan menggunting dan menempel yang menghasilkan suatu kreasi. Tapi kalo sekarang sih beda , kali dulu hanya sekedar mainan waktu kecil kali sekarang lebih ke fungsionalnya.  Dan tentu saja tidak asal menggunting maupun menempel seperti dulu. Jadi untuk kreasi saya waktu itu saya membuat berbagai aksesoris seperti Bandu, jepit dan pita.

Selain itu saya juga bikin kotak tisu, tempat HP, tutup galon dan beberapa tas kecil. Semuanya saya buat dari kain flanel dan tujuannya bukan untuk dijual, tapi dipakai sendiri. Kalo aksesoris tadi bisa kusus saya buat untuk anak kedua saya yang kebetulan perempuan. Sedangkan yang lainnya untuk mpercantik ruangan rumah dan dipakai sendiri. Yah, begitulah...Karna niatnya memang hanya mencari kesibukan untuk mengisi waktu luang. Disamping itu juga menyalurkan hobi dan bakat terpendam, begitu biasanya orang bilang....Hehe

Hingga pada suatu hari, ketika ada teman yang berkunjung ke rumah dan melihat kotak tisu yang saya pajang di meja ruang tamu bertanya pada saya kotak tisu tersebut beli dimana. Setelah saya jelaskan dia agak nggak percaya kalo itu buatan saya karena menurutnya itu bagus dan unik. Tapi nggk percaya nggak apalah nggak penting bagi saya, yang penting dan membuat saya senang waktu itu adalah ketika teman saya tadi ujung-ujungnya pesan kotak tisu dengan model yang dia inginkan.

Kemudian atas saran dari seorang teman, saya di anjurkan untuk mengkomersilkan kreasi saya tersebut. Jadi selain untuk mengisi waktu luang juga bisa menghasilkan uang . Wah bagus juga ini sarannya , begitu pikir saya. Why not? Ini bisa saya jalani tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pada keluarga terutama kodrat saya sebagai ibu. Karna pekerjaan tersebut bisa saya kerjakan dirumah dan yang pasti ada tambahan paling tidak untuk uang jajan sendiri.

Akhirnya saya bertekad untuk mulai terjun di dunia usaha. Mulai menetapkan target market, dan target produksi. Kemudian untuk membangun jaringan , saya juga masuk di beberapa komunitas Craft yang ada di Bojonegoro juga beberapa organisasi wirausaha. Begitulah semangat yang luar biasa tiba-tiba muncul dan menggerakkan saya untuk bisa mengembangkan usaha dengan cepat.

Rajin mengikuti Bazar , pameran dan pelatihan juga merupakan asupan sehat bagi saya. Disana saya bisa berjumpa dengan banyak orang, menambah wawasan saya, melihat prodak kompetitor sehingga ini bisa saya jadikan bahan evaluasi prodak saya sendiri . Sehingga saya bisa meningkatkan kualitas prodak dan belajar pemasaran secara langsung.

Seiring berjalannya waktu, pesaing dengan usaha sejenis juga semakin banyak. Beberapa kali saya melakukan inovasi agar prodak saya punya keunggulan tersendiri. Tapi kejenuhan tiba-tiba menyergap sehingga membuat saya malas untuk berproduksi. Jujur , setelah beberapa bulan memproduksi kerajinan dari flanel ingin saya menemukan beberapa kelemahan sehingga saya memutuskan untuk menekuni kerajinan lainnya.

Berbekal ilmu dari pelatihan-pelatihan skil yang saya ikuti selama ini, saya coba satu persatu . Mulai dari rajut, sulam, seni Payet,  membuat kreasi dari bahan daur ulang , membuat kue, sampai membuat jamu dan minuman kesehatan dari bahan tradisional. Semua saya coba jalankan dan Alhamdulillah semua juga prospek, ada saja pesanan yang datang. Tapi lagi-lagi setelah mengetahui sisi lemahnya untuk saya, maka tidak saya tekuni lagi. Saya sudah tidak mau menerima pesanan produk-produk tersebut, hanya melayani kursus atau pelatihannya saja.

Tapi ada satu jenis usaha yang sampai sekarang masih saya jalankan dan ingin saya tekuni dan juga kembangkan, yaitu jasa membuat mahar , hantaran, souvenir dan barang-barang handmade. Saya merasa inilah passion saya. Bukan berati usaha ini tidak ada kelemahannya, tidaj seperti itu. Bagaimanapun juga semua usaha ada kelemahannya , tapi bagaimana kita bisa mengatasi hal tersebut. Itulah yang terpenting.

Sekitar akhir bulan , kalo tidak salah mulai bulan Oktober tahun 2015 , saya mulai memutuskan untuk menekuni bidang ini. Berbekal pengetahuan yang minim, bagi saya tidak masalah yang penting kita jalani dulu, sehingga nanti kita akan tau kekurangan kita. Prinsip itu yang selalu saya pegang setiap menjalankan usaha.

Tak dipungkiri memang, kerja keras dan konsisten dalam usaha itu di tuntut agar usaha seseorang bisa berkembang tapi itu saja tidak cukup kalo tidak ditunjang dengan manajemen yang baik. Menejemen yang baik tidak hanya bisa mengelola keuangan , tapi mengelola  SDM itu sendiri bagaimana membangun jiwa pengusaha yang berkarakter. Untuk itu saya selalu belajar dan terus belajar.

Lambat laun hasil itu sudah bisa saya rasakan. Berbagai orderan datang mengalir, tidak terpaku untuk pembuatan mahar dan hantaran saja . Ada beberapa yang custom prodak-prodak handmade seperti  aksesoris dan tas . Jumlahnya pun variatif, ada yang bijian ada juga yang ratusan. Saya juga menyediakan kebutuhan Craft seperti box mika, kotak hantaran, godibag ,  juga pelatihan dan kursus. Untuk pelatihan ini saya sering di undang dinas baik yang dari Bojonegoro maupun luar kota Bojonegoro.


Target sukses antara satu orang dengan orang lainnya tidak sama, begitupun target sukses saya. Bagi saya sukses bukan dengan mempunyai puluhan karyawan , mempunyai banyak investasi, dan tabungan yang jumlahnya milyaran. Tapi sukses bagi saya adalah bisa menjakani hidup dengan balance antara usaha dan tanggung jawab saya sebagai seorang emak atau ibu.


Tugas emak atau ibu memang mengurus rumah tangga , tapi tidak ada salahnya wanita ingin berkarya dan bisa memberi manfaat untuk keluarga dengan niat ibadah  . Yang pentingg satu tadi, perempuan tidak melupakan kodratnya dan juga tanggung jawabnya sebagai emak.  Kisah saya memang tak terlalu hebat dilihat dan tak seluar biasa tokoh-tokoh perempuan dunia, tapi setidaknya bisa memberi motivasi untuk emak-emak lain . Sukses untuk semua wanita hebat di dunia ini (NES/red)

Baca juga ini :

http://emakpintar.asia/news/content/399/2016/bisnis/hadapi-komplain-customer-dengan-senyum
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Entri Populer